Wednesday, July 15, 2020

bibit kelapa Kopyor Unggul JualBenihMurah

Tanaman buah merupakan tidak benar satu buah-buahan yang banyak dikonsumsi di Indonesia, khususnya pada pas musim kemarau. Selain menyegarkan dan rasanya yang manis, buah ini termasuk terkenal bersama nilai ekonomi yang tinggi. Maka dari itu, tidak sedikit orang Indonesia yang mulai membudidayakan tanaman buah ini untuk mencukupi keinginan pasar Indonesia.

Banyak faktor-faktor yang bisa memengaruhi keberhasilan penanaman tanaman tanaman buah tak sekedar ilmu dasar tentang budidaya tanaman.Ada banya faktor-faktor kecil yang ternyata merupakan syarat perlu didalam pertumbuhan dan kesuksesan petani di dalam budidaya tanaman buah. Maka berasal dari itu, sebelum saat menyadari langkah memelihara tanaman buah di musim hujan sehingga berbuah besar dan segar, perlu diketahui juga beberapa syarat yang dibutuhkan di dalam pertumbuhan tanaman buah.

? Ketinggian LahanKetinggian lahan merupakan keliru satu segi penting yang mampu memengaruhi kesuksesan penanaman tanaman buah. Tanaman buah dapat tumbuh dengan ideal di ketinggian 0 ? 600 mdpl. Meskipun, tanaman buah senantiasa mampu berbuah dan tumbuh bersama baik pada ketinggian di atas six hundred mdpl, umur panennya bakal lebih lama dibandingkan kalau ditanam di dataran yang lebih rendah.Kesesuaian LahanTanaman tanaman buah menyukai lahan tanah yang mempunyai tekstur remah, gemur, dan berpasir bersama sistem drainase yang baik. Sebaiknya tanah dibajak dan digaru terutama dahulu untuk menggembukan dan meratakan tanah sebelum akan mengawali penanaman.

? Musim TanamMusim tanam sanggup dikatakan sebagai segi yang sangat penting di dalam keberhasilan penanaman tanaman buah. Tanaman tanaman buah menyukai iklim yang panas dan kering, yakni terhadap selagi musim kemarau. Pada kondisi ini, tanaman buah akan tumbuh secara most reliable bersama dengan penyediaan air yang cukup, dimana air tidak menggenangi lahan.Meskipun begitu, menanam tanaman buah terhadap selagi musim hujan bukanlah perihal yang tidak mungkin. Hanya saja, hasil panen sukar untuk most advantageous dan bakal hadapi beragam tantangan yang mampu berpotensi gagal panen. Tantangan yang paling kerap ditemui oleh petani adalah serangan penyakit yang meningkat layaknya pembusukan buah sebelum saat panen ataupun tumbuhnya jamur pada buah dikarenakan suhu yang lembab.Selain itu, bersama penataan lahan yang kurang baik dan sistem drainase yang tidak cukup sempurna terhitung sanggup membawa dampak perkembangan dan hasil tanaman tanaman buah menjadi kurang optimalDari persoalan bakal dihadapi terhadap musim hujan, tersedia tiga perihal yang kudu dilakukan pada kala menanam tanaman buah di musim yang lembab ini. Berikut adalah cara merawat tanaman buah di musim hujan supaya berbuah besar dan segar.

1. Menggunakan Plastik MulsaPenggunaan plastik mulsa didalam budidaya tanaman semusim merupakan alternatif terbaik yang mampu dijalankan untuk mendukung keberhasilan dalam budidaya tanaman, baik di musim kemarau maupun hujan. Tanaman buah terhitung merupakan salah satu buah yang bakal lebih foremost jikalau ditanam di musim kemarau, maka dari itu menyebabkan buah ini sebagai tanaman semusim.Menggunakan cara ini untuk menanam tanaman buah di luar musimnya akan benar-benar menopang untuk melindungi masa pertumbuhannya. Plastik musa ini berfaedah untuk menyesuaikan tingkat atau kadar air di dalam tanah. Caranya adalah dengan menutupi lahan atau bedengan air bersama dengan plastik ini, maka air hujan tidak akan semuanya mengguyur tanah secara langsung.

2. Membuat BedenganBedengan air pada lahan tanaman tanaman buah benar-benar berfungsi untuk mengurangi dan meminimalisir kebanjiran akibat hujan. Jika tidak dibuat bedenga dan bibit ditanam di lahan datar, maka air hujan akan merendam seluruh tanaman tanaman buah sebab tidak tersedia jalan yang mengalirkan air. Jika dibuar bedengan, maka posisi tanaman dapat lebih tinggi dan tidak akan terendam air hujan.

3. Waspada terhadap Hama dan PenyakitSeperti yang udah dijelaskan sebelumnya, hama dan penyakit akan jauh lebih gampang menyerang tanaman tanaman buah pada selagi musim hujan. Sebagai keliru satu langkah menjaga tanaman buah di musim hujan sehingga berbuah besar dan segar, mesti diketahui terhitung tipe hama dan penyakit apa saja yang menyerang tanaman tanaman buah beserta bersama dengan langkah mengatasinya.

Hama Tanaman buahSerangan hama yang utama layaknya serangan journeys, kutu kebul, dan tungau sanggup menyerang daun tanaman tanaman buah kamu dan membawa dampak dau menjadi keriting, kerdil, dan tidak everyday. Selain menyebabkan kerusakan daun, hama-hama tersebut terhitung merupakan vektor atau perantara beraneka virus yang beresiko bagi tanaman layaknya virus mozaik dan virus gemini

? Lalat Bibit : mengfungsikan insektisida bersama dengan bahan aktif imidacloprid dan bahan sejenisnya.

? Ulat Tanah : manfaatkan insektisida bersama dengan bahan aktif klorpirifos, imidacloprid atau karbofuran dan bahan sejenisnya.

? Ulat Penggerek Daun dan Buah : pakai insektisida bahan aktif sipermetrin, beta siflutrin, profenofos, klorpirifos, metomil, karbosulfan, lamda sihalotrin, deltametrin, klorantraniliprol, emamektin benzoate, dan bahan sejenisnya.

? Tungau : memanfaatkan insektisida bersama dengan bahan aktif abamectin, piridaben, klorfenapir, tetradifon, propargit, dan bahan sejenisnya.

? Lalat Buah : memanfaatkan insektisida dengan bahan aktif asetamiprid, spinosad, profenofos, sipermetrin, beta siflutrin, deltametrin, malation, dan bahansejenisnya.

? Trips : memakai insektisida bersama dengan bahan aktif klorpirifos, metomil, imidacloprid, sipermetrin, abamectin, dan bahan sejenisnya.

? Kutu Debul : gunakan insektisida bersama dengan bahan aktif imidacloprid, abamectin, tiametosksam, klorfenapir, disafentiuron, dan bahan sejenisnya.

Penyakit Tanaman buah? Layu Bakteri : manfaatkan bakterisida dengan bahan aktif streptomicin sulfat dan bahan sejenisnya.

? Layu Jamur : memanfaatkan fungisida bersama bahan aktif benomyl, tembaga hidroksida, dan bahan sejenisnya.

? Downey Mildew : memakai fungisida bersama bahan aktif mankozeb, belerang, propineb, tembaga hidroksida, metalaksil, benomyl, tebukonazol, propikonazol, dan bahan sejenisnya.

? Bercak Daun : memakai mankozeb, propineb, klorotalonil, tembaga hidroksida, dimetomorf, difeokonazol, propikonazol, benomyl, simokasanil, karbendazim, triadimefon, azoksistrobin, dan bahan sejenisnya.

Inilah cara memelihara tanaman buah di musim hujan agar berbuah besar dan segar. Semoga informasi ini bermanfaat.

Pupuk Urea Sebagai Sumber Hara Nitrogen (N) Tanaman yang Sulit Dilupakan, Why?

Urea Sumber Hara Nitrogen (N)-- Untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman, pupuk menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Sebab, jika salah satu unsur hara saja tidak tersedia untuk tanaman, maka pertumbuhan tanaman akan terganggu. Pertumbuhan kerdil, daun kuning pucat, mengerut, layu, dan sebagainya adalah bukti dari tidak tersedianya nutrisi yang cukup untuknya.

Pupuk Urea Sebagai Sumber Hara Nitrogen (N) Tanaman yang Sulit Dilupakan, Why?

Pupuk organik dan anorganik adalah dua jenis pupuk yang dapat menyediakan sejumlah unsur hara sebagai nutrisi tanaman. Di dalam pupuk organik, terdapat unsur-unsur hara esensial seperti N, P, K, Mg, S, dan sejumlah unsur lainnya baik makro maupun mikro. Meskipun jumlahnya kecil, namun pupuk organik mengandung unsur hara lengkap. Tidak hanya menyediakan hara tanaman, tetapi pupuk organik juga dapat memperbaiki sifat fisika dan biologis tanah.

Jenis pupuk lainnya yang cepat tersedia hara untuk tanaman adalah pupuk anorganik. Pupuk ini dikalangan petani, umumnya, dikenal dengan sebutan pupuk kimia. Benar, tidak salah karena memang diproduksi dengan mereaksikan bahan-bahan kimia tertentu. Karena itu, sejumlah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman, pun ada dalam pupuk tersebut. Ada hara yang tersedia dalam pupuk majemuk, tentu ada juga dalam pupuk tunggal. Lengkap,deh.

Peran Nitrogen Bagi Tanaman

Sebelum beranjak lebih dekat dengan pupuk urea, secuil saja ingin aku bilang begini. Di pada analisis jaringan tumbuhan yang sudah dilakukan sang para peneliti flora, rupanya komposisi unsur kimia yg paling tinggi jumlahnya (selain C,H, & O) adalah nitrogen (N) & lalu disusul oleh unsur P, K & sejumlah unsur lainnya.

Tanaman menyerap zat lemas (N) itu dalam bentuk ion kimia, yaitu bentuk NO3 - dan NH4 +. Tanaman mudah sekali mengambil nitrat dari pada bentuk amonium. Mengapa? Ini karena nitrat berada dalam larutan tanah. Karena itu pula, maka nitrat gampang sekali terbawa air (tercuci) mengalir jauh entah kemana.

Okay, apa peran nitrogen sebenarnya untuk tanaman sehingga jumlahnya begitu tinggi dalam jaringannya? Setidaknya ada lima fungsi atau peran dari zat lemas (nitrogen), yaitu :

  • Memacu atau meningkatkan pertumbuhan tanaman secara vegetatif
  • Kandungan protein protein dalam tubuh tanaman lebih tinggi
  • Menghijaukan daun-daun tanaman
  • Tanaman yang menghasilkan daun, kualitasnya bagus
  • Aktivitas mikroba tanah meningkat karena adanya unsur nitrogen dalam tanah sehingga dekomposisi bahan organik menjadi lancar.

Tanaman apapun membutuhkan kadar nitrogen dalam jumlah relatif tinggi terutama untuk pertumbuhan vegetatif. Perkembangan batang, cabang, tunas dan daun terganggu apabila kurang cukupnya asupan nitrogen. Namun, seiring perubahan fase dari vegetatif ke generatif, kebutuhan nitrogen secara bertahap akan sebagai lebih rendah.

Jenis Jenis Pupuk Nitrogen

Postingan akan fokus dalam pupuk buatan, yaitu pupuk anorganik. Lantaran itu, berbicara pupuk nitrogen sangat banyak jenisnya. Mungkin, begitu membayangkan pupuk mengandung nitrogen, langsung alam pikiran terbawa ke pupuk urea. Benar sekali alias nir salah .

Sayangnya, yang namanya pupuk yang mengandung nutrisi N bukanlah hanya urea, namun cukup banyak pupuk yang seperti itu. Sekedar mengenal atau mengingatkan kembali saja, jenis pupuk nitrogen lain yang mampu memenuhi kecukupan N bagi tanaman, yaitu amonium nitrat [NH4NO3], kalium nitrat [KNO3], Amonium sulfanitrat (ASN), dan ada juga ZA

Pupuk Urea

Jenis-jenis pupuk yang tadi pada atas mengandung nitrogen dengan persentase yang bhineka. Tapi, yg jelas, kandungan nitrogennya pada bawah pupuk urea. Pupuk urea mengandung nitrogen sebanyak 45-46%. Makanya, urea relatif dikenal dikalangan pegiat tanaman atau petani.

Pupuk kimia ini dengan rumus kimia [CO(NH2)2], nama lainnyadiaminomethanal, cukup luas penggunaannya dalam meningkatkan hasil pertanian. Urea salah satu sumber nitrogen untuk mencukupi kebutuhan N pada tanaman. Tanaman tidak mengambil mentah-mentah urea sebagai nutrisinya, tetapi terhidrolis terlebih dahulu menjadi bentuk ion, yaitu ion amonium (NH4 +). Meskipun kadar N dalam urea 46%, namun yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman hanya separuhnya dan yang lain hilang dalam berbagai bentuk.

Kemana separuhnya lagi? hilang terbang menguap, lenyap terbawa air (leaching), dan lainnya. Yang pasti bahwa saat urea diaplikasi ke lahan, apalagi tanah miskin hara, ia akan kembali terhidrolisis sebelum menjadi amonium dan nitrat, yaitu menjadi CO2 dan NH3. Nah, NH3 (amoniak) yang berbentuk gas mudah menguap. Nitrat yang berbentuk ion negatif ( NO3 - ) mudah tercuci. Air dan akar tanaman berlomba-lomba mengambil nitrat. Tanaman ingin menjerapnya, sementara air membawa masa nitrat itu.

Sifat-sifat Pupuk Urea

Bagaimana sebenarnya sifat-sifat pupuk urea? Untuk mengetahui selengkapnya, mari kita lihat beberapa sifatnya seperti berikut adalah :

  • Rumus molekul CO(NH2)2
  • Berat molekul relatif (MR) atauMR urea, 60 g/mol
  • Kandungan nitrogen 46%
  • Higroskopis (menyerap uap air dari udara)
  • Mudah larut dalam air
  • Volatile (mudah menguap ke udara)
  • Warnanya umumnya putih
  • Bentuknya curah (prill), granuler, bola-bola, kotak, briket, dan tablet

Itulah beberapa sifat berdasarkan pupuk urea. Oh, ya! Sekilas ingin memberitahuakn kenapa kandungan N nya 46%. Dalam ilmu kimia dikenal dengan atom relatif (Ar) & molekul relatif (Mr). Jadi urea memiliki berat Ar C=12, O=8, N=14, H=1 (dapat ditinjau dalam susunan bersiklus unsur-unsur kimia), maka :

  • Berat Mr urea = jumlah semua Ar urea, yaitu Ar C + Ar O + 2 Ar N + 4 Ar H
  • Berat Mr Urea = 12 + 16 + 28 + 4 = 60
  • % N dalam urea = Berat 2 Ar N/Berat Mr Urea
  • Jadi, %N dalam urea = 28/60 = 46%

Kelebihan urea

Untuk kelebihan pupuk urea, sepertinya, nir usah diceritakan lagi. Sebab, hampir setiap penanaman diaplikasikan urea. Urea lebihnya merupakan kandungan nitrogen (46%), mudah diserap flora, & dapat digunakan untuk banyak sekali keperluan lain seperti menaikkan hara kompos. Untuk tambak juga sanggup dipakai urea ini untuk kesuburannya. Dalam hal pelaksanaan pun cukup mudah, mau ditebarkan atau dikocor, terserah tinggal pilih mana yg lebih menguntungkan.

Kekurangan pupuk urea

Di pulang kelebihannya, rupanya masih jua terdapat sejumlah kekurangan menurut pupuk urea. Tentu ini pula menjadi pertimbangan pada penggunaannya. Kurangnya, apa? Sebenarnya, di atas sudah diceritakan, tapi tidak apa hanya mengulang pulang saja. Inilah beberapa kekurangannya, yaitu :

  • Mudah menguap karena sifatnyavolatile
  • Mudah tercuci oleh air (leaching)
  • Mudah mencair karena menyerap air dari udara
  • Jika terkena daun dan batang akan seperti terbakar (tanaman terganggu)
  • Hanya sebagian saja termanfaatkan oleh tanaman, lainnya hilang seperti sudah diuraikan di atas.
  • Tidak dapat memperbaiki struktur tanah atau dengan kata lain, pada penggunaan jangka lama akan membuat tanah keras (sulit diolah)
Pupuk Urea Sebagai Sumber Hara Nitrogen (N) Tanaman yang Sulit Dilupakan, Why?
Pupuk Urea. Gambar : Dokpri

Warna pupuk urea bersubsidi

Jangan sampai kaget jika menemukan pupuk urea yang beredar berwarna agak merah muda. Sebab, rona tersebut menampakan warna pupuk bersubsidi. Ini dilakukan agar tidak ada penyalahgunaan pada penyaluran pupuk bersubsidi. Jadi, yg bersubsidi itu relatif merah warnanya atau biasa dianggap menggunakan warna pink.

Baca juga Ini :

Semoga informasi dalam postingan ini yang berjudulPupuk Urea Sebagai Sumber Hara Nitrogen (N) Tanaman yang Sulit Dilupakan, Why? dapat bermanfaat. paling tidak, artikel ini dapat menambah pengetahuan dalam hal pemupukan. Akhir kata, salam sukses.

Jual Tanaman Mundu Bibit Online

Tanaman buah merupakan salah satu buah-buahan yang banyak dikonsumsi di Indonesia, terutama terhadap pas musim kemarau. Selain berikan kesegaran dan rasanya yang manis, buah ini termasuk kondang dengan nilai ekonomi yang tinggi. Maka dari itu, tidak sedikit orang Indonesia yang terasa membudidayakan tanaman buah ini untuk memenuhi keinginan pasar Indonesia.

Banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan penanaman tanaman tanaman buah tak sekedar pengetahuan dasar mengenai budidaya tanaman.Ada banya faktor-faktor kecil yang ternyata merupakan syarat perlu di dalam pertumbuhan dan kesuksesan petani didalam budidaya tanaman buah. Maka dari itu, sebelum saat menyadari cara menjaga tanaman buah di musim hujan agar berbuah besar dan segar, perlu diketahui termasuk kriteria yang dibutuhkan di dalam pertumbuhan tanaman buah.

? Ketinggian LahanKetinggian lahan merupakan salah satu aspek perlu yang bisa pengaruhi keberhasilan penanaman tanaman buah. Tanaman buah akan tumbuh bersama optimum di ketinggian zero ? 600 mdpl. Meskipun, tanaman buah tetap sanggup berbuah dan tumbuh dengan baik terhadap ketinggian di atas 600 mdpl, umur panennya akan lebih lama dibandingkan kalau ditanam di dataran yang lebih rendah.Kesesuaian LahanTanaman tanaman buah menyukai lahan tanah yang memiliki tekstur remah, gemur, dan berpasir bersama proses drainase yang baik. Sebaiknya tanah dibajak dan digaru terlebih dahulu untuk menggembukan dan meratakan tanah sebelum memulai penanaman.

? Musim TanamMusim tanam mampu dikatakan sebagai aspek yang benar-benar penting didalam kesuksesan penanaman tanaman buah. Tanaman tanaman buah menyukai iklim yang panas dan kering, yaitu pada pas musim kemarau. Pada situasi ini, tanaman buah akan tumbuh secara best dengan penyediaan air yang cukup, di mana air tidak menggenangi lahan.Meskipun begitu, menanam tanaman buah terhadap sementara musim hujan bukanlah perihal yang tidak mungkin. Hanya saja, hasil panen susah untuk surest dan akan menghadapi beraneka tantangan yang bisa berpotensi gagal panen. Tantangan yang paling sering ditemui oleh petani adalah serangan penyakit yang meningkat layaknya pembusukan buah sebelum akan panen ataupun tumbuhnya jamur pada buah dikarenakan suhu yang lembab.Selain itu, bersama dengan penataan lahan yang kurang baik dan proses drainase yang tidak cukup sempurna termasuk mampu membuat perkembangan dan hasil tanaman tanaman buah jadi kurang optimalDari kasus dapat dihadapi pada musim hujan, ada tiga hal yang kudu dijalankan pada kala menanam tanaman buah di musim yang lembab ini. Berikut adalah langkah memelihara tanaman buah di musim hujan agar berbuah besar dan segar.

1. Menggunakan Plastik MulsaPenggunaan plastik mulsa dalam budidaya tanaman semusim merupakan alternatif paling baik yang bisa ditunaikan untuk membantu kesuksesan didalam budidaya tanaman, baik di musim kemarau maupun hujan. Tanaman buah terhitung merupakan tidak benar satu buah yang dapat lebih choicest kecuali ditanam di musim kemarau, maka dari itu membuat buah ini sebagai tanaman semusim.Menggunakan cara ini untuk menanam tanaman buah di luar musimnya dapat terlampau menunjang untuk menjaga jaman pertumbuhannya. Plastik musa ini berfungsi untuk mengatur tingkat atau takaran air didalam tanah. Caranya adalah bersama dengan menutupi lahan atau bedengan air bersama dengan plastik ini, maka air hujan tidak akan seluruhnya mengguyur tanah secara langsung.

2. Membuat BedenganBedengan air terhadap lahan tanaman tanaman buah terlampau berguna untuk kurangi dan meminimalisir kebanjiran akibat hujan. Jika tidak dibuat bedenga dan bibit ditanam di lahan datar, maka air hujan akan merendam semua tanaman tanaman buah karena tidak ada jalan yang mengalirkan air. Jika dibuar bedengan, maka posisi tanaman dapat lebih tinggi dan tidak dapat terendam air hujan.

3. Waspada terhadap Hama dan PenyakitSeperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hama dan penyakit dapat jauh lebih ringan menyerang tanaman tanaman buah terhadap kala musim hujan. Sebagai tidak benar satu cara merawat tanaman buah di musim hujan agar berbuah besar dan segar, mesti diketahui terhitung jenis hama dan penyakit apa saja yang menyerang tanaman tanaman buah beserta bersama dengan cara mengatasinya.

Hama Tanaman buahSerangan hama yang utama layaknya serangan journeys, kutu kebul, dan tungau dapat menyerang daun tanaman tanaman buah kamu dan membawa dampak dau jadi keriting, kerdil, dan tidak everyday. Selain mengakibatkan kerusakan daun, hama-hama berikut termasuk merupakan vektor atau perantara berbagai virus yang beresiko bagi tanaman seperti virus mozaik dan virus gemini

? Lalat Bibit : manfaatkan insektisida bersama bahan aktif imidacloprid dan bahan sejenisnya.

? Ulat Tanah : mengfungsikan insektisida bersama bahan aktif klorpirifos, imidacloprid atau karbofuran dan bahan sejenisnya.

? Ulat Penggerek Daun dan Buah : memanfaatkan insektisida bahan aktif sipermetrin, beta siflutrin, profenofos, klorpirifos, metomil, karbosulfan, lamda sihalotrin, deltametrin, klorantraniliprol, emamektin benzoate, dan bahan sejenisnya.

? Tungau : manfaatkan insektisida bersama bahan aktif abamectin, piridaben, klorfenapir, tetradifon, propargit, dan bahan sejenisnya.

? Lalat Buah : memakai insektisida bersama bahan aktif asetamiprid, spinosad, profenofos, sipermetrin, beta siflutrin, deltametrin, malation, dan bahansejenisnya.

? Trips : manfaatkan insektisida bersama bahan aktif klorpirifos, metomil, imidacloprid, sipermetrin, abamectin, dan bahan sejenisnya.

? Kutu Debul : memanfaatkan insektisida bersama dengan bahan aktif imidacloprid, abamectin, tiametosksam, klorfenapir, disafentiuron, dan bahan sejenisnya.

Penyakit Tanaman buah? Layu Bakteri : memanfaatkan bakterisida dengan bahan aktif streptomicin sulfat dan bahan sejenisnya.

? Layu Jamur : mengfungsikan fungisida bersama bahan aktif benomyl, tembaga hidroksida, dan bahan sejenisnya.

? Downey Mildew : manfaatkan fungisida bersama bahan aktif mankozeb, belerang, propineb, tembaga hidroksida, metalaksil, benomyl, tebukonazol, propikonazol, dan bahan sejenisnya.

? Bercak Daun : gunakan mankozeb, propineb, klorotalonil, tembaga hidroksida, dimetomorf, difeokonazol, propikonazol, benomyl, simokasanil, karbendazim, triadimefon, azoksistrobin, dan bahan sejenisnya.

Inilah langkah menjaga tanaman buah di musim hujan supaya berbuah besar dan segar. Semoga Info ini bermanfaat.

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat

Cara Memupuk Bawang Merah -- Untuk meningkatkan produksi bawang merah, maka jenis dan dosis  pupuk harus tepat. Karena itu, jangan memupuk bawang merah mirip dengan komoditas hortikultura lainnya. Sebab, bawang merah yang dipanen adalah umbinya, bukan daun atau buah. Di samping itu, karena umur bawang merah yang sangat pendek +/- 60 hari, maka pemberian pupuk jangan sampai berlebihan atau kekurangan.

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis dan Pupuknya

Artikel ini secara spesifik membahas tentang pemupukan bawang merah. Sedangkan bagian-bagian budidaya lainnya, misalnya pembibitan, pengolahan huma, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, panen & pasca panen akan kita kupas pada artikel lainnya.

Kunci sukses bawang merah di pemupukan

Agar memperoleh hasil bawang merah yang melimpah, katakanlah 1 : 10 atau 12 ton/hektar, maka ketika, jenis, takaran dan cara pelaksanaan adalah kunci pada pemupukannya. Misalnya, akan menjadi sia-sia atau nihil hasilnya atau kualitasnya ketika ketika hadiah pupuk nir berbarengan menggunakan tingkat kebutuhan atau pertumbuhan tanaman bawang merah.

Demikian pula menggunakan jenis dan takaran pupuk. P & K wajib lebih cepat diaplikasikan ke huma. Sebab, pupuk yg mengandung unsur hara P dan K memerlukan ketika minimal 1 minggu buat kelarutannya dalam tanah sebelum bisa diambil oleh akar flora.

Bawang merah diperlukan pemupukan secara bertahap. Adatiga tahapan pemupukan bawang merah, yaitu pemupukan sebelum tanam sebagaipupuk dasar (ketika pengolahan tanah),pemupukan susulan I danSusulan II. Setiap tahapan, dosis dan jenis pupuk berbeda-beda.

PUPUK DASAR BAWANG MERAH

Asumsi bahwa tanah yang digunakan untuk menanam bawang merah cukup baik kondisinya terutama tingkat keasaman tanah (pH), berada dalamrange 5,6 – 6,5 . Oleh karena itu, lahan tidak memerlukan pengapuran dengan dolomit atau kapur tanah.

Pupuk dasar yg diberikan menjadi nutrisi bawang merah sebelum tanam hanya 2, yaitu pupuk organik dan anorganik. Mari kita lihat satu per satu.

Pupuk organik

Untuk memperbaiki sifat ekamatra, kimia dan biologi tanah, maka perlu diberikan pupuk organik berupa pupuk sangkar atau kompos sebagai pupuk dasar flora bawang bawang merah.

Dengan memberikan pupuk organik pada lahan tanam bawang merah, akan membuat struktur tanah gembur, poros, aeratif, & memiliki daya retensi air yg baik. Kondisi tanah misalnya ini cukup bagus buat menanam bawang merah.

Bahkan, dari sisi efisiensi pemupukan, penambahan pupuk organik tidak hanya memperbaiki kondisi tanah, namun juga memberikan sejumlah unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan bawang merah. Walau kadarnya kecil, tapi punyak peran besar untuk kesuburan tanah dan tanaman.

Misalnya dari sisi unsur hara, pemberian nutrisi organik dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia dalam budidaya bawang merah. Memang jumlahnya/persentasenya kecil. Tetapi, jika pupuk organik diberikan dalam jumlah banyak (ton), maka kemungkinan besar tidak perlu memberikan pupuk kimia lagi.

Sebagai citra bisa dipandang dalam Tabel ini dia mengenai persentase pupuk kandang & kompos, yaitu :

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat
Sumber : Nan Djuarni, Kristian, dan Budi (2005)

dalam Simamora, S. & Salundik (2006)

Setiap pupuk organik kadar haranya berbeda-beda. Kalau pupuk kandang tergantung pada jenis pakan ternak, usia, alas kandang, dan lainnya. Demikian juga dengan pupuk kompos, kadar haranya dipengaruhi oleh komposisi bahan baku yang digunakan untuk pengomposan.

Berapa Kg N, P, dan K dalam 1 ton Pupuk kandang dan kompos?

Baik, kita coba gunakan persetase unsur hara N, P dan K pada Tabel di atas untuk menghitung berapa sebenarnya berat hara dalam pupuk kandang sapi dan kompos. Lalu, berapa pula kesetaraannya dengan pupuk kimia? Hasilnya dapat dilihat pada Tabel berikut ini :

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat
Unsur Hara Pupuk Kandang Sapi Vs Pupuk Kimia

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat
Unsur Hara Kompos Vs Pupuk Kimia

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat
Lanjutan perbandingan unsur hara kompos dengan pupuk kimia

Dalam 1 ton pupuk kandang sapi, setara dengan 6,7 kg pupuk urea, Bayangkan kalau 10 ton pupuk kandang sapi, maka akan setara dengan 66,7 kg urea, 55,6 kg SP-36 dan 50 kg KCl.

Bagaimana dengan unsur hara pupuk kompos? Dalam 1 ton kompos setara dengan 63,3 kg pupuk ZA atau setara dengan 29,6 kg urea. Sungguh luar biasa kandungan haranya. Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel di atas.

Kembali ke pupuk bawang merah, kebutuhanpupuk organik untuk pupuk dasar bawang merah tergantung jenis yang digunakan. Kalau menggunakanpupuk kandang sapi, maka kebutuhannya adalah 10 - 15 ton/hektar atau 1 – 1,5 ton setiap luas lahan 1000 m2.

Mengacu pada tabel di atas, ini setara dengan memberikan 30-45 kg N, 20-30 kg P dan 30-45 kg K pada lahan tanam bawang merah. Atau jika dalam bentuk pupuk buatan setara dengan 66,7 - 100 kg Urea, 55,6 - 83,3 kg SP-36, dan 50 - 75 kg KCl.

Dan apabila memakai pupuk kompos, kebutuhannya adalah 2-5 ton per hektar. Catatan  : pupuk organik yang diberikan dalam jumlah optimal lebih bagus untuk produktifitas tanah, namun pertimbangkan tenaga dan biaya yang dikeluarkan.

Kapan diberikan pupuk organik untuk bawang merah? Waktu yang paling tepat untuk menebar pupuk organik adalah sebelum tanam, yaitu 15-30 hari sebelum tanam. Tepatnya, dalam masa pengolahan tanah, sebaiknya pupuk organik sudah diberikan.

Pupuk anorganik

Pupuk anorganik yang diberikan sebagai pupuk dasar bawang merah adalah pupuk yang mengandung unsur hara tinggi. Karena kandungan hara makro dalam pupuk organik masih kurang, maka perlu diberikan pupuk kimia untuk menambah unsur hara. Unsur hara yang diperlukan 80 kg N, 100-120 kg P dan 100 – 120 kg K.

Untuk memenuhi unsur-unsur tersebut, maka pupuk yang dimaksud adalah NPK, SP-36 dan KCL. Berapa dosisnya? UntukNPK 16:16:16 sebanyak 500 Kg/Hektar,SP-36 sebanyak 100 Kg/hektar danKCL sebanyak 60 kg/hektar. Tapi ingat, jika sudah memberikan pupuk organik, maka NPK mesti dikurangi biar hemat, cukup 250 kg/hektar.

Kenapa harus diberikan lagi dengan pupuk SP-36 dan KCL, bukankah sudah diberikan NPK?? Benar sekali.Pertama, kombinasi pupuk majemuk dan tunggal lebih baik karena ada unsur-unsur lain yang dikandungnya tiap pupuk dan saling melengkapi.

Kedua, karena nitrogen diberikan secara bertahap, maka jika diberikan NPK 16:16:16 saja dalamjumlah banyak menyebabkan banyak kehilangan N.Ketiga, jika tidak ditambah dengan SP-36 dan KCL pada dosis NPK rendah, maka akan kekurangan unsur P dan K yang sangat berperan dalam pertumbuhan dan pembentukan umbi bawang merah.

Kapan diberikan? Pupuk anorganik tersebut minimal 7 hari sebelum tanam bawang merah sudah harus diaplikasikan ke lahan. Sebab, pupuk yang mengandung P dan K butuh waktu untuk larut. Dengan demikian, pada saat akar bawang merah sudah mulai keluar, unsur hara yang dibutuhkan sudah siap untuk diserapnya.

Cara aplikasi pupuk kimia sebagai pupuk dasar bawang merah tidak terlalu sukar, cukup dengan disebar saja. Sebarkan pupuk tersebut ke atas bedengan yang sudah dipersiapkan. Lalu campurkan atau aduk dengan tanah secara merata.

PUPUK SUSULAN I BAWANG MERAH

Memasuki umur +/- 2 minggu setelah tanam (10-15 hari HST), bawang merah sudah harus dipupuk lagi sebagai pupuk susulan I. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif bawang merah, pada tahap ini tidak lagi pupuk yang mengandung P dan K. Pupuk yang diberikan adalah pupuk yang mengandung nitrogen (N).

Pupuk apa yang diberikan pada susulan I ini? Berikan pupuk urea atau ZA (zwavelzure ammoniak). Jika memilih pupuk urea, maka tidak perlu lagi diberikan pupuk ZA karena keduanya sama-sama mengandung nitrogen. Dosisnya : 400 kg pupuk ZA per hektar atau 40 gram ZA per m2. Jika tidak mau menggunakan ZA, maka gunakan urea dengan dosis 180 kg urea per hektar atau 18 gram urea per m2.

Baca juga ini :

Sebaiknya pupuk apa, urea apa ZA pada susulan I ?  Keduanya sebenarnya baik. Pemberian ZA lebih dianjurkan karena pupuk ZA disamping mengandung nitrogen, juga mengandungunsur hara S (24% S dalam ZA) yang merupakan unsur hara makro yang diperlukan untuk pertumbuhan bawang merah, akar, batang dan daun. Namun, kekurangannya adalah persentase N yang rendah (21% N) sehingga harus diaplikasikan dalam jumlah banyak.

Bagaimana cara aplikasi pupuk susulan I untuk bawang merah? Cara pemberian pupuk susulan bawang merah, pilihlah yang tidak mengundang resiko.

Maksudnya begini, kalau pupuk susulan seperti urea atau ZA diberikan dengancara disebar, maka resikonya adalah mudahnya penguapan/hilang unsur N dalam bentuk amoniak ke udara dan juga menimbulkan efek pada daun bawang merah, yaitu terbakar daun kalau tidak segera disiram setelah pemupukan.

Pemberian pupuk urea atau ZA dengancara ditempakan dalam larikan. Buat larikan sedalam 5 cm diantara barisan bawang merah, lalu tempatkan pupuk. Setelah pupuk diberikan dalam larikan, tutup segera untuk menghindari penguapan. Tugas yang terakhir adalah penyiraman agar pupuk segera larut dan dapat diserap tanaman bawang merah.

PUPUK SUSULAN II BAWANG MERAH

Pemupukan bawang merah masih harus diberikan pada umur tanaman 25-35 hari setelah tanam (HST). Pada tahapan ini (SUSULAN II) bawang merah membentuk umbi. Oleh karena itu, unsur nitrogen sangat diperlukan dalam proses fotosintesis dan pembentukan karbohidrat.

Baca juga ini :

Kebutuhan N pada pemupukan susulan kedua untuk tanaman bawang merah sebanyak 80-85 kg/hektar. Cara pemupukan bawang merah pada tahap ini cukup mudah, kurang lebih seperti pemupukan pada tahapan susulan I.

Agar lebih jelas, begini cara memupuknya. Berikan pupuk urea sebanyak 175 – 180 Kg/hektar dengan cara ditempatkan dalam larikan, namun hati-hati karena pada tahapan ini bawang merah sudah mulai terbentuk umbinya. Dan jangan lupa untuk penyiraman setelah dilakukan pemupukan.

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat
Pupuk dan Pemupukan Bawang Merah.

Gambar : pupuklahan.blogspot.com

Usai sudah ulasan tentang pupuk dan pemupukan bawang merah. Semoga informasi yang Sobat baca menjadi bermanfaat, terutama sebagai tambahan pengetahuan dalam budidaya bawang merah. Selamat beraktifitas dan diiringi do’a sukses selalu, amiin. [Updated by pupuklahan.blogspot.com, 04/02/2020]

Ini Video Cara Menanam Bawang Merah dalam Pot

Bibit Tanaman Murah: Jual Bibit Cengkeh di Bandung

Tanaman buah merupakan tidak benar satu buah-buahan yang banyak dikonsumsi di Indonesia, terlebih terhadap sementara musim kemarau. Selain berikan kesegaran dan rasanya yang manis, buah ini terhitung terkenal bersama dengan nilai ekonomi yang tinggi. Maka dari itu, tidak sedikit orang Indonesia yang merasa membudidayakan tanaman buah ini untuk mencukupi permintaan pasar Indonesia.

Banyak faktor-faktor yang mampu merubah kesuksesan penanaman tanaman tanaman buah tak sekedar pengetahuan dasar perihal budidaya tanaman.Ada banya faktor-faktor kecil yang ternyata merupakan syarat penting didalam perkembangan dan keberhasilan petani didalam budidaya tanaman buah. Maka berasal dari itu, sebelum saat tahu cara merawat tanaman buah di musim hujan sehingga berbuah besar dan segar, harus diketahui termasuk kriteria yang diperlukan dalam perkembangan tanaman buah.

• Ketinggian LahanKetinggian lahan merupakan keliru satu segi perlu yang mampu pengaruhi keberhasilan penanaman tanaman buah. Tanaman buah dapat tumbuh bersama optimal di ketinggian 0 – 600 mdpl. Meskipun, tanaman buah senantiasa bisa berbuah dan tumbuh dengan baik terhadap ketinggian di atas 600 mdpl, usia panennya bakal lebih lama dibandingkan kalau ditanam di dataran yang lebih rendah.Kesesuaian LahanTanaman tanaman buah menyukai lahan tanah yang mempunyai tekstur remah, gemur, dan berpasir bersama dengan sistem drainase yang baik. Sebaiknya tanah dibajak dan digaru terutama dahulu untuk menggembukan dan meratakan tanah sebelum akan mengawali penanaman.

• Musim TanamMusim tanam mampu dikatakan sebagai faktor yang sangat perlu didalam keberhasilan penanaman tanaman buah. Tanaman tanaman buah menyukai iklim yang panas dan kering, yakni terhadap saat musim kemarau. Pada kondisi ini, tanaman buah bakal tumbuh secara optimal bersama dengan penyediaan air yang cukup, di mana air tidak menggenangi lahan.Meskipun begitu, menanam tanaman buah terhadap saat musim hujan bukanlah hal yang tidak mungkin. Hanya saja, hasil panen sukar untuk optimal dan bakal hadapi beragam tantangan yang mampu berpotensi gagal panen. Tantangan yang paling kerap ditemui oleh petani adalah serangan penyakit yang meningkat layaknya pembusukan buah sebelum saat panen ataupun tumbuhnya jamur terhadap buah sebab suhu yang lembab.Selain itu, bersama dengan penataan lahan yang tidak cukup baik dan proses drainase yang tidak cukup prima termasuk dapat memicu pertumbuhan dan hasil tanaman tanaman buah menjadi tidak cukup optimalDari persoalan akan dihadapi terhadap musim hujan, tersedia tiga perihal yang perlu dikerjakan pada sementara menanam tanaman buah di musim yang lembab ini. Berikut adalah cara memelihara tanaman buah di musim hujan sehingga berbuah besar dan segar.

1. Menggunakan Plastik MulsaPenggunaan plastik mulsa dalam budidaya tanaman semusim merupakan alternatif paling baik yang sanggup dikerjakan untuk menopang keberhasilan dalam budidaya tanaman, baik di musim kemarau maupun hujan. Tanaman buah juga merupakan keliru satu buah yang akan lebih optimal jikalau ditanam di musim kemarau, maka berasal dari itu mengakibatkan buah ini sebagai tanaman semusim.Menggunakan langkah ini untuk menanam tanaman buah di luar musimnya dapat benar-benar mendukung untuk memelihara masa pertumbuhannya. Plastik musa ini berfaedah untuk mengatur tingkat atau persentase air dalam tanah. Caranya adalah bersama dengan menutupi lahan atau bedengan air bersama dengan plastik ini, maka air hujan tidak dapat seluruhnya mengguyur tanah secara langsung.

2. Membuat BedenganBedengan air pada lahan tanaman tanaman buah benar-benar bermanfaat untuk kurangi dan meminimalisir kebanjiran akibat hujan. Jika tidak dibikin bedenga dan bibit ditanam di lahan datar, maka air hujan dapat merendam seluruh tanaman tanaman buah karena tidak ada jalan yang mengalirkan air. Jika dibuar bedengan, maka posisi tanaman dapat lebih tinggi dan tidak dapat terendam air hujan.

3. Waspada terhadap Hama dan PenyakitSeperti yang udah dijelaskan sebelumnya, hama dan penyakit dapat jauh lebih gampang menyerang tanaman tanaman buah terhadap kala musim hujan. Sebagai salah satu langkah menjaga tanaman buah di musim hujan agar berbuah besar dan segar, harus diketahui terhitung tipe hama dan penyakit apa saja yang menyerang tanaman tanaman buah beserta bersama dengan langkah mengatasinya.

Hama Tanaman buahSerangan hama yang utama seperti serangan trips, kutu kebul, dan tungau sanggup menyerang daun tanaman tanaman buah kamu dan sebabkan dau jadi keriting, kerdil, dan tidak normal. Selain merusak daun, hama-hama selanjutnya termasuk merupakan vektor atau perantara beraneka virus yang berbahaya bagi tanaman layaknya virus mozaik dan virus gemini

• Lalat Bibit : mengfungsikan insektisida bersama bahan aktif imidacloprid dan bahan sejenisnya.

• Ulat Tanah : pakai insektisida bersama dengan bahan aktif klorpirifos, imidacloprid atau karbofuran dan bahan sejenisnya.

• Ulat Penggerek Daun dan Buah : manfaatkan insektisida bahan aktif sipermetrin, beta siflutrin, profenofos, klorpirifos, metomil, karbosulfan, lamda sihalotrin, deltametrin, klorantraniliprol, emamektin benzoate, dan bahan sejenisnya.

• Tungau : gunakan insektisida bersama dengan bahan aktif abamectin, piridaben, klorfenapir, tetradifon, propargit, dan bahan sejenisnya.

• Lalat Buah : memakai insektisida dengan bahan aktif asetamiprid, spinosad, profenofos, sipermetrin, beta siflutrin, deltametrin, malation, dan bahansejenisnya.

• Trips : gunakan insektisida bersama dengan bahan aktif klorpirifos, metomil, imidacloprid, sipermetrin, abamectin, dan bahan sejenisnya.

• Kutu Debul : memanfaatkan insektisida bersama dengan bahan aktif imidacloprid, abamectin, tiametosksam, klorfenapir, disafentiuron, dan bahan sejenisnya.

Penyakit Tanaman buah• Layu Bakteri : memanfaatkan bakterisida bersama dengan bahan aktif streptomicin sulfat dan bahan sejenisnya.

• Layu Jamur : memakai fungisida dengan bahan aktif benomyl, tembaga hidroksida, dan bahan sejenisnya.

• Downey Mildew : gunakan fungisida dengan bahan aktif mankozeb, belerang, propineb, tembaga hidroksida, metalaksil, benomyl, tebukonazol, propikonazol, dan bahan sejenisnya.

• Bercak Daun : mengfungsikan mankozeb, propineb, klorotalonil, tembaga hidroksida, dimetomorf, difeokonazol, propikonazol, benomyl, simokasanil, karbendazim, triadimefon, azoksistrobin, dan bahan sejenisnya.

Inilah langkah menjaga tanaman buah di musim hujan agar berbuah besar dan segar. Semoga Info ini bermanfaat.

Membuat Pupuk Kandang dengan Cara Konvensional dan Bioaktivator

Cara Membuat Pupuk Kandang -- Pupuk kandang memang perlu ketika kita sudah terjun menggeluti dunia pertanian terutama budidaya tanaman atau dalam hal tanam-menanam. Tetapi, ketika pupuk kandang tidak cukup tersedia, maka jalan keluarnya adalah kita mesti membuatnya. Yuk,kita cari tau bagaimana membuat pupuk kandang?

Ada dua cara dalam membuat pupuk kandang, yaitu secara tradisional dan pemanfaatan bioaktivator atau mikroorganisme aktif dalam mengurai bahan-bahan organik. Kedua cara ini akan diulas dalam artikel ini.

Tetapi, sebelum membahasnya lebih lanjut mengenai cara produksi pupuk kandang, penulis kira ada baiknya mengenal kembali sekilas istilah-istilah dari pupuk organik termasuk pupuk kandang.

Banyak yang belum tepat memahami mana yang dikatakan pupuk kandang, kotoran ternak, dan kompos.  Bahkan, ada juga yang asal melihat kotoran ternak langsung saja menyebutnya pupuk kandang (pukan).

Padahal, ketiga bahan tersebut jelas sangat berbeda baik dari bentuknya maupun kualitasnya. Perbedaan itu bisa jadi disebabkan oleh proses pembentukannya atau cara pembuatannya baik pupuk kandang maupun pupuk kompos

Membuat Pupuk Kandang dengan Cara Konvensional dan Bioaktivator

Membedakan kotoran ternak, pupuk kandang, dan kompos

Kotoran ternak

Mari kita simak sekilas perbedaan arti pupuk dankotoran ternak. Tujuannya agar lebih membekas dalam ingatan dan cerdas dalam melakukan pemupukan tanaman. Jangan sampai maksud baik hendak memberi nutrisi tanaman, yang terjadi justeru tanaman terganggu pertumbuhannya.

Kotoran ternak sering juga disebut pupuk kandang segar. Jadi, kotoran ternak merupakan hasil dari pencernaan makanan yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk limbah padat (feces) dan cair (urine). Bahkan, ada limbah kotoran ternak bercampur dengan sekam padi, sebuk gergaji, atau jerami sebagai alas tidurnya (bedding).

Kotoran ternak masih tinggi bahan organiknya (C/N) sehingga tidak baik digunakan sebagai pupuk tanaman. Dalam kondisi tersebut, kotoran ternak belum terjadi proses penguraian dan sedikit sekali unsur hara (nutrients) yang dikandungnya.

Menurut  Sutanto, R (2002) menyebutkan, "Penggunaan pupuk kandang segar secara langsung ke tanaman selalu tidak menguntungkan dan menimbulkan masalah karena kandungan gulma, organisme penyebab penyakit, dan senyawa toksik yang kemungkinan dikandung ekskresi. Penggunaan pupuk kandang segar kemungkinan besar timbul panas selama proses dekomposisi dan juga tanaman kekurangan unsur tertentu."

Pupuk kandang

Kalau begitu pupuk kandang yang bagaimana? Kita lihat definisinya terlebih dahulu.Pupuk kandang adalah bahan yang berasal dari kotoran ternak sudah mengalami dekomposisi/pembusukan dalam waktu relatif lama dan sudah mengandung sejumlah unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman apabila diaplikasikan ke lahan.

Dalam wikipedia.org disebutkan bahwapupuk kandang ialaholahan kotoran hewan, biasanya ternak, yang diberikan pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Pupuk kandang adalah pupuk organik, sebagaimana kompos dan pupuk hijau.

Pupuk Kompos

Pupuk kompos, sering juga diucapkan orang dengan kompos saja, adalah salah satu pupuk organik. Jadi, kompos adalah bahan yang mengandung unsur hara dan bahan organik yang merupakan hasil penguraian/pembusukan sisa-sisa tanaman, hewan atau campuran keduanya oleh mikroorganisme pengurai pada kondisi tertentu.

Boleh jadi campuran sisa tanaman dan kotoran ternak disebut pupuk kompos. Dengan perkembangan teknologi, kompos dapat dipercepat prosesnya (pengomposan) dengan bantuan bioaktivator (mikroorganisme).

Banyak sekali definisi dari kompos. Misalnya, Novizan (2007) menyebutkan bahwa kompos adalah hasil pembusukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktifitas mikroorganisme pengurai.

Kalau demikian ceritanya, lalu bahan apa saja yang dapat dikomposkan? Bahan yang berasal dari berbagai sumber yang dapat dikomposkan,  ialah :

  • Limbah ternak dan manusia : Limbah padat dan cair, limbah rumah tangga, limbah pemotongan hewan, limbah peternakan ayam dan babi.
  • Limbah pertananam, limbah kayu dan gulma air, limbah padi (jerami dan sekam padi), gulma air, kulit kacang tanah, dll.
  • Pupuk hijau : legum, tanaman penutup tanah, rumput
  • Sampah kota dan pemukiman : limbah padat, limbah cair, limbah biogas.
  • Limbah agro-industri : sari kering, ampas tebu, bumbu masak (MSG), blotong, limbah pengolahan kayu dan kertas, serbuk gergaji, kelapa sawit.
  • Limbah hasil laut : rumput laut, pakan ikan (Sutanto, R., 2002)

Dengan demikian, sudah jelas sekali bahwa kotoran ternak bukanlah pupuk kandang. Tetapi, pupuk kandang sudah pasti berasal dari kotoran ternak. Perbedaan nyata terdapat padabelum atau sudah diuraikan oleh mikroba. Kalau sudah terjadi penguraian, itulah pupuk kandang. Ini berarti sudah mengandung sejumlah unsur hara yang bermanfaat untuk tanaman. Kalau belum terurai dan masih segar, itulah kotoran ternak yang dapat mengganggu tanaman jika diberikan langsung.

Sementara kompos lebih kepada penekanan bahan bakunya (raw material) berupa sisa-sisa tanaman. Seperti ditulis oleh Sigit, P & Marsono (2005), “Istilah kompos lazim digunakan untuk pupuk organik yang berasal dari daun atau bagian tanaman lainnya.....”

Membuat Pupuk Kandang

Bagaimana cara membuat pupuk kandang? Secara umum, ada dua cara dalam membuat pupuk organik itu.Pertama, cara membuat pupuk kandang secaratradisional atau konvensional. Dan yangkedua, cara membuat pupuk kandang ala masa kini yang dikenal dengan pupuk kompos yangdiproses dengan sentuhan mikroorganisme(bioaktivator). Baiklah, kini akan kita ulas satu persatu cara membuat pupuk kandang.

CARA MEMBUAT PUPUK KANDANG KONVENSIONAL

Pembuatan pupuk kandang secara konvensional adalah membuat pupuk kandang dengan proses yang sangat alami. Dengan kata lain, manusia tidak banyak terlibat di dalamnya. Hanya saja perlu mengumpulkan dan membuat tempat berlangsungnya proses penguraian.

Sejak dulu kala, petani kita sudah terbiasa melakukannya secara tradisional. Biasanya petani mengumpulkan kotoran ternak dalam lubang tanah atau gorong-gorong di dekat kandang. Sayangnya, kadang-kadang terkena hujan dan genangan air sehingga kualitas pupuk kandang rendah.

Tidak gampang untuk memperoleh pupuk kandang yang matang. Kenapa? Sebab, pupuk kandang yang murni dari kotoran ternak memerlukan waktu yang relatif lama untuk proses dekomposisi, minimal 90 hari (3 bulan). Namun, jika memiliki hewan ternak sendiri, minimal 1 ekor saja dan mau menunggu prosesnya, sudah merupakan modal untuk memperoleh pupuk kandang matang dari hasil olahan sendiri.

Yuk kita mulai membuat pupuk kandang. begini caranya :

Bahan

  • Kotoran ternak (umumnya sapi)

Satu ekor sapi bisa menghasilkan limbah berupa kotoran padat (feces) yang bercampur dengan air kencing (urine)  kira-kira 10 – 15 kg per hari (tergantung berat ternak, umumnya 10% dari berat ternak). Ambil saja rata-rata kotoran ternak 12,5 kg/hari. Maka jika setiap hari dikumpulkan, hasilnya lumayan sebesar 4,1 ton kotoran sapi per tahun. Sudah cukup untuk lahan sendiri? Lebih bisa dijual, ‘kan?

Alat-alat

  • Peralatan yang diperlukan seperti biasa sebagaimana peralatan untuk membersihkan kandang sapi, yaitu cangkul dan skop.
  • Palu, papan dan paku untuk membuat wadah berupa kotak dengan ukuran tergantung jumlah pupuk yang akan dibuat. Jika membuat 1 ton, ukurannya lebih kurang 1 m x 1 m x 2 m.

Lokasi dan tempat :

  • Lokasi membuat pupuk kandang di sekitar kandang ternak atau jauh dengan tempat tinggal agar tidak membawa dampak negatif dari bau kotoran ternak
  • Tempatnya harus teduh atau ada naungan sehingga tidak terkena hujan ataupun sinar matahari langsung. Jika memungkinkan, sebaiknya dibuat atap dengan ukuran sesuai dengan jumlah pupuk yang akan dibuat.

Membuat Pupuk Kandang dengan Cara Konvensional dan Bioaktivator
Ilustrasi Bak Olahan Kotoran Ternak.

Gambar : Dokpri

Langkah-langkah membuat pupuk kandang

1.  Buat terlebih dahulu kotak penampungan beserta tempat yang beratap. Dengan adanya atap, maka tidak dibasahi dengan hujan yang dapat menyebabkan tercucinya hara dalam pupuk kandang. Demikian juga dengan kotak, dinding harus dibuat rapat. Dasarnya dari kotak tidak perlu dialasi kayu, cukup beralaskan tanah saja.

2.  Kumpulkan kotoran ternak yang bercampur dengan urin dan alasnya (sekam atau jerami). Pengumpulannya bisa berasal dari ternak sendiri atau diperoleh dari orang lain sebanyak yang diinginkan, bisa 1 ton, 2 ton atau lebih.

3.  Masukkan kotoran ternak ke dalam kotak yang telah disiapkan

4.  Tutup dengan lapisan tanah di atasnya dengan ketebalan 20 – 30 cm

5.  Biarkan kotoran ternak itu membusuk/terurai secara alami selama 3 – 6 bulan. Setelah melewati waktu tersebut kotoran ternak sudah berubah menjadi pupuk kandang yang siap digunakan. Ciri-ciri pupuk kandang yang matang dapat dibaca pada artikel ini

Tip : Untuk memudahkan dalam aplikasi ke lahan, sebaiknya pupuk kandang dihaluskan terlebih dahulu sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.

CARA MEMBUAT PUPUK KANDANG SECARA CEPAT DENGAN AKTIVATOR STARDEC

Kotoran ternak yang dipercepat penguraian dengan bantuan mikroorganisme pengurai atau bioaktivator, dinamakan dengan kompos atau pupuk kompos. Sebab, dalam pembuatannya terdapat bahan sisa tanaman dan kotoran ternak dan dipercepat pengomposannya dengan mikroba. Dalam waktu kurang lebih 1 bulan, pupuk kompos siap digunakan.

Ada beberapa aktivator dari mikroba, yaitu EM4, Orgadec, Stardec, dan lainnya. Ini artinya, cara membuat pupuk kandang dengan em4 pun bisa diterapkan. Namun, dalam artikel ini kita coba memakai stardec.

Okay, bagaimana cara membuat pupuk kompos dengan Stardec? Begini, mengutip tulisan Simamora, S & Salundik (2006) menjelaskan bahwa pembuatan kompos menggunakan Stardec membutuhkanempat bak penampungan yang setiap bak bisa menampung bahan baku kompos sebanyak 1.000 kg atau 1 ton.

Buat naungan dengan ketinggian 2 meter dari lantai agar semua bak terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Bahan kompos dibalik seminggu sekali dengan cara memindahkannya ke bak berikutnya. Bak yang pertama langsung diisi kembali dengan bahan yang dikomposkan, begitu seterusnya.

Secara lengkapnya, membuat pupuk kandang dengan aktivator Stardec sebagai berikut :

Bahan-bahan :

  • Kotoran ternak 1.000 kg
  • Stardec 2,5 kg (0,25% dari bahan). Bisa dibeli di toko pertanian atau toko-tokoonline
  • Abu gosok 100 kg (10%)
  • Kalsit 20 kg (Kapur pertanian 2%)

Membuat Pupuk Kandang dengan Cara Konvensional dan Bioaktivator
Ilustrasi Bak Kompos. Gambar : Dokpri

Teknik Pembuatan

1.  Campurkan kotoran ternak denganStardec, aduk rata, lalu masukkan ke dalambak pertama. Diamkan bahan campuran tersebut selamasatu minggu

2.  Balik bahan kompos dengan cara memindahkannyake bak kedua (bagian atas jadi ada di bawah) sambil dicampur dengan abu organik dan kalsit, diamkan selama satu minggu. Bak pertama yang sudah kosong diisi dengan bahan kompos yang baru.

3.  Satu minggu kemudian,  balik kompos yang ada di bak kedua dengan cara memindahkanke bak ketiga. Bak kedua diisi dengan kompos bak pertama. Diamkan lagi selama 1 minggu.

4.  Setelah didiamkan 1 minggu, kompos yang ada di bak ketiga dibalik dengan cara memindahkan kebak keempat.Bak ketiga diisi dengan kompos bak keduadan diamkan selama 1 minggu lagi

5.  Setelah 1 minggu didiamkan dalam bak keempat, maka kompos yang ada dalambak keempat sudah terdekomposisi sempurna (kompos sudah matang) dan siap digunakan.

6.  Kompos yang sudah matang bisa dihaluskan, lalu diayak dan dikemas.

Jadi, dengan teknik ini, kompos dari kotoran ternak sudah jadi dalam waktu 4 minggu atau 1 bulan. Jika inginmemproduksi kompos secara terus-menerus atau secara kontinyu, prosesnya sama, yaitu balikkan kompos ini setiap minggu dengan cara memindahkannya ke bak penampungan berikutnya sampai akhirnya kompos ini matang setelah tiga minggu atau tepatnya pada minggu keempat.

Intinya dalam proses yang kontinyu, Bak I yang sudah kosong langsung diisi kembali dengan kotoran ternak. Kompos yang sudah matang dalam bak IV segera dihaluskan, diayak dan dikemas. Demikian  seterusnya. Untuk ilustrasi dapat dilihat pada Gambar di atas.

Baca juga ini :

Bagaimana mudah, bukan? Itulah secuil informasi tentang cara membuat pupuk kandang secara konvensional dan menggunakan bioaktivator. Oh ya, mau tau ciri pupuk kompos yang sudah matang dapat dibaca pada artikel ini . Demikian, Semoga bermanfaat dan sukses selalu setiap gerak langkah dalam menggapai impian di masa yang akan datang yang cemerlang.

Tuesday, July 14, 2020

Tanaman Buah Jeruk Purut Unggul JualBenihMurah

Tanaman buah merupakan keliru satu buah-buahan yang banyak dikonsumsi di Indonesia, terlebih pada sementara musim kemarau. Selain menyegarkan dan rasanya yang manis, buah ini terhitung terkenal bersama dengan nilai ekonomi yang tinggi. Maka berasal dari itu, tidak sedikit orang Indonesia yang mulai membudidayakan tanaman buah ini untuk mencukupi keinginan pasar Indonesia.

Banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan penanaman tanaman tanaman buah tak hanya pengetahuan dasar tentang budidaya tanaman.Ada banya faktor-faktor kecil yang ternyata merupakan syarat mutlak didalam perkembangan dan keberhasilan petani dalam budidaya tanaman buah. Maka berasal dari itu, sebelum akan memahami langkah menjaga tanaman buah di musim hujan supaya berbuah besar dan segar, mesti diketahui terhitung beberapa syarat yang dibutuhkan didalam pertumbuhan tanaman buah.

? Ketinggian LahanKetinggian lahan merupakan salah satu segi penting yang bisa memengaruhi keberhasilan penanaman tanaman buah. Tanaman buah akan tumbuh bersama dengan finest di ketinggian 0 ? Six hundred mdpl. Meskipun, tanaman buah selamanya bisa berbuah dan tumbuh bersama baik pada ketinggian di atas 600 mdpl, usia panennya dapat lebih lama dibandingkan terkecuali ditanam di dataran yang lebih rendah.Kesesuaian LahanTanaman tanaman buah menyukai lahan tanah yang memiliki tekstur remah, gemur, dan berpasir dengan proses drainase yang baik. Sebaiknya tanah dibajak dan digaru terlebih dahulu untuk menggembukan dan meratakan tanah sebelum akan mengawali penanaman.

? Musim TanamMusim tanam dapat dikatakan sebagai segi yang terlampau penting didalam kesuksesan penanaman tanaman buah. Tanaman tanaman buah menyukai iklim yang panas dan kering, yakni terhadap waktu musim kemarau. Pada keadaan ini, tanaman buah dapat tumbuh secara superior bersama dengan penyediaan air yang cukup, di mana air tidak menggenangi lahan.Meskipun begitu, menanam tanaman buah pada pas musim hujan bukanlah hal yang tidak mungkin. Hanya saja, hasil panen sulit untuk top-rated dan bakal menghadapi bermacam tantangan yang sanggup berpotensi gagal panen. Tantangan yang paling sering ditemui oleh petani adalah serangan penyakit yang meningkat seperti pembusukan buah sebelum saat panen ataupun tumbuhnya jamur pada buah gara-gara suhu yang lembab.Selain itu, dengan penataan lahan yang tidak cukup baik dan proses drainase yang kurang prima termasuk bisa mengakibatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tanaman buah menjadi kurang optimalDari persoalan dapat dihadapi pada musim hujan, tersedia tiga perihal yang harus dikerjakan pada selagi menanam tanaman buah di musim yang lembab ini. Berikut adalah langkah memelihara tanaman buah di musim hujan agar berbuah besar dan segar.

1. Menggunakan Plastik MulsaPenggunaan plastik mulsa didalam budidaya tanaman semusim merupakan alternatif paling baik yang dapat dilaksanakan untuk mendukung kesuksesan didalam budidaya tanaman, baik di musim kemarau maupun hujan. Tanaman buah terhitung merupakan tidak benar satu buah yang dapat lebih highest quality jikalau ditanam di musim kemarau, maka dari itu menyebabkan buah ini sebagai tanaman semusim.Menggunakan langkah ini untuk menanam tanaman buah di luar musimnya dapat amat membantu untuk merawat technology pertumbuhannya. Plastik musa ini berfaedah untuk sesuaikan tingkat atau kandungan air dalam tanah. Caranya adalah dengan menutupi lahan atau bedengan air bersama dengan plastik ini, maka air hujan tidak akan seutuhnya mengguyur tanah secara langsung.

2. Membuat BedenganBedengan air pada lahan tanaman tanaman buah sangat berfaedah untuk kurangi dan meminimalisir kebanjiran akibat hujan. Jika tidak dibikin bedenga dan bibit ditanam di lahan datar, maka air hujan bakal merendam semua tanaman tanaman buah karena tidak ada jalur yang mengalirkan air. Jika dibuar bedengan, maka posisi tanaman bakal lebih tinggi dan tidak dapat terendam air hujan.

Three. Waspada pada Hama dan PenyakitSeperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hama dan penyakit bakal jauh lebih mudah menyerang tanaman tanaman buah terhadap kala musim hujan. Sebagai salah satu cara merawat tanaman buah di musim hujan supaya berbuah besar dan segar, harus diketahui termasuk kind hama dan penyakit apa saja yang menyerang tanaman tanaman buah beserta bersama langkah mengatasinya.

Hama Tanaman buahSerangan hama yang utama layaknya serangan trips, kutu kebul, dan tungau dapat menyerang daun tanaman tanaman buah kamu dan memicu dau jadi keriting, kerdil, dan tidak everyday. Selain merusak daun, hama-hama berikut juga merupakan vektor atau perantara berbagai virus yang beresiko bagi tanaman layaknya virus mozaik dan virus gemini

? Lalat Bibit : mengfungsikan insektisida bersama dengan bahan aktif imidacloprid dan bahan sejenisnya.

? Ulat Tanah : manfaatkan insektisida bersama dengan bahan aktif klorpirifos, imidacloprid atau karbofuran dan bahan sejenisnya.

? Ulat Penggerek Daun dan Buah : manfaatkan insektisida bahan aktif sipermetrin, beta siflutrin, profenofos, klorpirifos, metomil, karbosulfan, lamda sihalotrin, deltametrin, klorantraniliprol, emamektin benzoate, dan bahan sejenisnya.

? Tungau : pakai insektisida dengan bahan aktif abamectin, piridaben, klorfenapir, tetradifon, propargit, dan bahan sejenisnya.

? Lalat Buah : memanfaatkan insektisida bersama dengan bahan aktif asetamiprid, spinosad, profenofos, sipermetrin, beta siflutrin, deltametrin, malation, dan bahansejenisnya.

? Trips : mengfungsikan insektisida bersama dengan bahan aktif klorpirifos, metomil, imidacloprid, sipermetrin, abamectin, dan bahan sejenisnya.

? Kutu Debul : gunakan insektisida bersama bahan aktif imidacloprid, abamectin, tiametosksam, klorfenapir, disafentiuron, dan bahan sejenisnya.

Penyakit Tanaman buah? Layu Bakteri : memakai bakterisida bersama bahan aktif streptomicin sulfat dan bahan sejenisnya.

? Layu Jamur : memakai fungisida bersama dengan bahan aktif benomyl, tembaga hidroksida, dan bahan sejenisnya.

? Downey Mildew : mengfungsikan fungisida bersama dengan bahan aktif mankozeb, belerang, propineb, tembaga hidroksida, metalaksil, benomyl, tebukonazol, propikonazol, dan bahan sejenisnya.

? Bercak Daun : memakai mankozeb, propineb, klorotalonil, tembaga hidroksida, dimetomorf, difeokonazol, propikonazol, benomyl, simokasanil, karbendazim, triadimefon, azoksistrobin, dan bahan sejenisnya.

Inilah langkah melindungi tanaman buah di musim hujan agar berbuah besar dan segar. Semoga informasi ini bermanfaat.